PKBM Al-Hikmah Tangkil Kulon merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan suasana yang penuh khidmat. Acara ini dimeriahkan oleh penampilan grup Simturdurror, yang memberikan warna tersendiri pada acara tersebut. Peringatan Maulid Nabi lebih dari sekadar ritual; ia memiliki makna yang dalam dalam memperkuat kecintaan kita kepada Rasulullah dan meningkatkan kualitas diri umat Islam.
Dalam sambutannya, Kepala PKBM Al-Hikmah Tangkil Kulon, M. Teguh Santoso, M.Pd, menekankan pentingnya momen ini untuk merenungkan diri. Beliau mengajak para peserta didik untuk mengevaluasi sejauh mana mereka telah meneladani kehidupan Nabi Muhammad SAW. “Apakah kita sudah layak menjadi umat Nabi Muhammad SAW?” tegas Kepala PKBM, berharap pertanyaan ini menginspirasi para murid untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ibadah mereka setelah acara ini.
Beliau juga menggarisbawahi betapa pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap agar keinginan umat untuk memperoleh syafaat Nabi di akhirat kelak bukan hanya menjadi wacana, tetapi juga tercermin dalam tindakan nyata. Peringatan Maulid ini diharapkan dapat memotivasi para murid untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah serta meningkatkan iman dan ketaqwaan mereka.
H. Lukman Hakim, S.Ag, sebagai perwakilan dari Yayasan baitul Hikmah memberikan mauidhoh khasanah bertema “Kedudukan Anak dalam Al-Qur’an”. Dalam penjelasannya, beliau menguraikan empat peran anak menurut Al-Qur’an: sebagai penyejuk hati (qurrata a’yun), perhiasan dunia, ujian (fitnah), dan musuh. Beliau menekankan pentingnya bagi para murid untuk berusaha menjadi pribadi yang membawa kebanggaan dan ketenangan bagi orang tua, serta menjauhkan diri dari perilaku yang dapat menjadikan mereka sebagai ujian bagi keluarga. Semoga peringatan Maulid Nabi ini menjadi langkah awal untuk membentuk generasi yang lebih baik, sejalan dengan ajaran Islam.


